Umpasa, menurut Pasaribu (2021), adalah jenis pantun dalam kesusastraan suku Batak Toba. Umpasa biasanya digunakan dalam setiap upacara yang bernuansa adat (Siagian, 2016). Pada umumnya, umpasa adalah medium ekspresi masyarakat Batak yang meliputi banyak peristiwa baik itu duka dan suka. Perlu kita ketahui bahwa adat Batak ada suatu kebiasaan, walaupun mereka sebenarnya sudah tahu tujuan kedatangan suatu kelompok, tetapi mereka akan menayakan serinci mungkin melaui kata-kata yang berupa pantun-pantun dan pepatah-pepatah. Sai marangkup do na uli, mardongan do na denggan. On pe di paboa ampara niba ma tangkas siangkupna. PARTUTURON BATAK TOBA. Dalam kehidupan orang Batak sehari-hari, kekerabatan (partuturon) adalah kunci pelaksanaan dari falsafah hidupnya. Kekerabatan itu pula yang menjadi semacam tonggak agung untuk mempersatukan hubungan darah, menentukan sikap kita untuk memperlakukan orang lain dengan baik. Panggilan dalam bahasa batak memang cukup rumit pada Budaya Batak Toba yang menggunakan bahasa daerah dan diteliti melalui percakapan yang dilakukan oleh pembicara adat yang dipercayai dalam suku Batak Toba, Berbagai aspek bahasa tersebut yang akanditeliti adalah makna semantik dalam bidang leksikal idomatikal. Menurut Efendi,Kama abdul,dkk (2013 : Datu Dalu kemudian mengambil ''Lesung'' dan di Lemparkan ke arah Adiknya,namun Sangmaima berhasil menghindar sehingga Lesung tersebut melayang tinggi dan terdampar di Kampung Sangmaima,Tempat jatuhnya Lesung tersebut tiba-tiba saja berubah menjadi sebuah Danau dan oleh Masyarakat setempat Danau Tersebut diberi Nama Danau Si Lesung yang dalam bahasa Batak atau Ucapan Bahasa Bataknya Lesung Batak Toba. Singkil. Melayu Langkat. Melayu Deli. Batak Karo ( Surat Batak: ᯂᯞᯂ᯳ᯆᯗᯂ᯳ᯂᯒᯭ, transliterasi: Kalak Batak Karo; lazim disebut sebagai Karo saja) adalah salah satu kelompok etnis Batak yang menyebar dan menetap di Taneh Karo. Etnis ini merupakan salah satu etnis terbesar di Sumatera Utara. .

pantun bahasa batak toba dan artinya