TakdirDibalik Pengkhianatan. Malam ini Elsa duduk terdiam, di bawah malam tak berbintang. Ia mengharapkan hujan datang menemani hatinya yang sedang berduka. Ditemani sebuah buku diary hadiah ulang tahunnya yang ke 17, yang dibeli dirinya untuk dirinya sendiri. Dan sebuah ipod yang melantunkan lagu-lagu mellow. Kianlama kian parah. Ia memimpin konser padahal ia sendiri tidak bisa mendengarnya. Pada usia 44 tahun, ia menjadi benar-benar tuli. Sejak itu, ia tidak tampil lagi di panggung. Ia berkarya di rumah. Selain itu, ia juga menderita beberapa penyakit lain. Ketika menyanyikan lagu “Kami Puji Dengan Riang”, dari Kidung Jemaat nomor 3, tidak LaguRohani; Pertanyaan; Tutup Menu; Viral. Renungan Tahun Baru: Tuhan Menetapkan Langkah Hidup Orang Percaya. Mengapa Bayi Yesus Ditidurkan di Palungan. Bagaimana Jika Bapa Tidak Mengenaliku Nanti? Tuhan Akan Berbicara Dengan Bahasa Kita. Tag: kisah dibalik lagu tak tersembunyi kuasa allah. Lagutersebut diciptakan oleh Budi Haryanto dan Tommy Widodo. Budi Haryanto sudah pulang kerumah Bapa pada th 2000, sehingga informasi ini didapat dari keterangan Tommy dan isrti alm Budi , yaitu Yani. Menurut Tommy , Budi memang pergi dengan tidak meninggalkan banyak harta kepada istri dan anaknya, tetapi lagu Semua Baik inilah yang Liriklagu kusembah kau mike mohede maria shandi angel pieters jason kau tuhan yang pulihkanku kau yesus yang sembuhkanku kau. Kunaikkan sembah dan pujianku s'bagai . Source: imgv2-2-f.scribdassets.com. Kisah dibalik lagu kemenangan terjadi disini oleh franky kuncoro. 2021 aku yang tidak kau ini itu dan di anda akan apa dia saya kita untuk mereka. podcastRenungan melalui lagu rohaniPdt. Frebin Thearona Sembiring TenangGBKP Runggun Simpang Glugur Klasis Medan kampung lalang . LEBIH DARI NAFASKU’ YUDI HASTONO Lagu Lebih Dari Nafasku’ bagi sebagian orang non kharismatik mungkin masih asing. Lagu tersebut diciptakan oleh Yudi Hastono. Dibuat sekitar pertengahan tahun 2004. Saat itu Yudi sedang membaca sebuah buku dan melalui buku itu, Yudi mendapat inspirasi. Dalam buku tersebut terdapat sebuah illustrasi yang sangat menarik. Ada seorang murid dan guru yang sedang bercakap-cakap di tepi danau. Sang murid bertanya “Guru, seberapa besar kita memerlukan Tuhan?” Lalu guru itu membenamkan kepala muridnya beberapa saat ke dalam air sampai muridnya hampir kehabisan nafas. Kemudian guru itu mengangkatnya kembali ke atas. “Guru, apakah kau sudah gila? Kenapa guru tiba-tiba membenamkan kepala saya?” tanya muridnya. “Apa yang kau rasakan saat dalam air tadi?” Sang guru malah balik bertanya. “Saya tidak bisa bernafas guru”, jawab muridnya. “Apa yang kamu pikirkan saat itu? Dan apa yang kamu perlukan?” tanya gurunya lagi. “Udara, guru. Saya perlu udara”. “Seberapa besar kamu memerlukannya saat berada di dalam air tadi?” “Saya sangat memerlukannya atau saya akan mati”. “Seperti itulah kita memerlukan Tuhan. Sama seperti saat kamu di dalam air tadi, sangat memerlukan udara”, jelas sang guru. Lagu ini diciptakan Yudi hanya dalam waktu kurang lebih satu jam. “Saat itu saya sedang memainkan keyboard, spontan saja, tiba-tiba kok muncul melodi itu. Saya ikut mengalir saja, membiarkan melodi itu terus mengalir dalam permainan saya. Permainan tadi buru-buru saya rekam dalam ingatan saya dan kemudian segera saya rekam dalam komputer. Saya coba memasukkan tema guru dan murid itu dalam melodi tadi. Spontan saja saya coba menyanyikan isi hati saya mengenai tema dan melodi yang saya dapat tadi. Sepertinya kok semua kata-kata langsung pas, masuk dan berpasangan dengan setiap frase melodi lagunya. Saya percaya campur tangan Tuhan besar dalam lagu ini”, ucap Yudi mengisahkan proses lagu yang kini banyak menjadi berkat bagi banyak orang dari berbagai denominasi gereja apapun. Lagu ini juga terdapat dalam album banyak penyanyi rohani, antara lain Jacqlien Celosse, Duet Danar Idol & Dewi Guna, Ronny Sianturi, Feby Febiola, Siska Valentina dan masih banyak lagi. Lagu-lagu yang ditulis oleh Yudi Hastono memang terkesan agak puitis dan melankolis, karena ia menyadari betul bahwa Tuhan adalah pribadi yang sangat indah jadi kitapun wajib memuji Dia dengan pujian yang indah. LEBIH SUKA DI BELAKANG LAYAR Yudi Dwinanto Hastono atau yang lebih akrabnya Yudi Hastono dilahirkan di Solo, 22 maret 1978 lalu, ia memiliki seorang istri yang bernama Fransisca Cahyaningsih. Saat ini pria yang pernah mendapat penghargaan dari Indonesian Gospel Music Award IGMA 2008 ini masih tetap bergelut dalam industri musik rohani. Karya-karyanya sering muncul di album penyanyi-penyanyi pendatang baru. Misalnya agu Bila Tuhan Mengujimu’, Lebih Lama Lagi’, Kau Bagian Yang Terindah’, Warna Yang Terindah’, dan masih banyak lagi. Menjadi song writer bukanlah cita-citanya. Sejak kecil ia tergolong anak yang pendiam. Semua itu karena didikan sang mama yang tegas dan disiplin. “Saya masih ingat waktu saya masih kecil ketika mama saya memaksa untuk ikut les electone. Saya harus dipaksa-paksa berangkat les. Kalau mau les harus perang dulu sama mama. Tapi tenyata mama memang lebih dulu tahu kalau suatu saat saya pasti suka musik”, papar anak kedua dari pasangan Nanto Hastono dan almalhum Hendrati Erawati. Pria yang gemar membaca, menyanyi, browsing dan blogging ini mengawali karirnya dalam menulis lagu ketika dipercaya untuk menjadi produser album rohani Siska Valentina tahun 2005. Saat itu adalah pertama kalinya ia membuat album. Ia mencoba menunjukkan satu lagu dulu yaitu lagu’Lebih Dari Nafasku’ ke sebuah label rekaman rohani di Jakarta dan hasilnya ternyata ditolak. Tapi waktu itu ada Jacqlien Celosse yang mendengarkan lagu tersebut dan Jacqlien merasa diberkati. Akhirnya Jacqlien memakai lagu itu di albumnya Nyanyian Hati 3’. Tidak hanya itu saja, pada akhirnya Yudi mendapat kesempatan lagi dari pihak label rekaman yang dulu menolaknya. Mulai saat itu ia sering terlibat dalam proyek pembuatan album penyanyi rohani seperti Adelia Lukmana, Dewi Guna, Grace Natalia dan masih banyak lagi. Meski sudah menciptakan puluhan lagu tapi ternyata popularitas tak begitu melekat pada dirinya, karena menurutnya memang banyak orang yang tidak tahu siapa dirinya, bahkan praktisi musik, sesama pencipta lagu dan arranger atau produser sekalipun. Tapi toh semua itu tak membuat Yudi enggan untuk terus berkarya. “Tujuan saya membuat lagu bukan untuk dikenal tapi untuk mengembangkan talenta dan mengembalikan lagi untuk nama Tuhan. Lagipula saya ini memang suka jadi orang di belakang layar saja. Saya pernah ketemu seorang arranger di Jakarta. Kita ngobrol-ngobrol. Saya pikir dia kenal saya sebab sebelumnya pernah kontak dan saya juga pernah add friend dia di Friendster. Ada foto saya dan juga dia. Setelah beberapa saat ngoborol ternyata dia nggak tahu siapa saya. Dia baru ngeh’ setelah dijelaskan”, ujar sarjana Pendidikan Universitas Sanata Dharma Jogjakarta yang pernah menjadi lulusan terbaik dengan predikat Cum Laude ini. MELIBATKAN TUHAN Menyadari bahwa musik adalah bahasa universal yang sangat ampuh untuk menyampaikan suatu pesan, karena itulah Yudi tak mau membuat sembarang pesan. Dia pun tak segan untuk memberi beberapa tips bagi mereka yang ingin menjadi song writer. “Yang penting kita menyadari bahwa kita memiliki keterbatasan dan hanya Tuhan yang tidak terbatas. Jadi sudah seharusnya kita menempatkan Tuhan di atas segalanya. Minta tuntunan Roh Kudus selama kita membuat lagu. Coba saja, pasti hasilnya beda. Jeleknya saya dulu, saya baru minta inspirasi dan tuntunan Tuhan ketika idenya macet. Melalui pengalaman itu saya jadi tahu, dengan melibatkan Tuhan hasilnya beda. Yang pasti se-booming apapun lagunya, yang hebat cuma Tuhan”, ulas lelaki kelahiran Solo ini. Tumbuh dalam keluarga yang bergelut di dunia musik, membuat Yudi akhirnya memilih musik sebagai tujuan hidupnya. “Sebelum berkarya di musik rohani saya sudah berkarya dahulu di musik sekuler. Membuat jingle iklan, membuat album dan mengerjakan album anak-anak sekuler. Semasa kuliah saya punya grup band di Jogja, bahkan sempat dikontrak oleh salah satu perusahaan rekaman di Jakarta, namun Tuhan punya kehendak lain dalam hidup saya sehingga kini saya memfokuskan diri pada musik rohani”, ungkap pria yang berjemaat di gereja Katholik Paroki San Inigo, Solo. KESAKSIAN YUDI HASTONO Banyak orang yang telah mendapat berkat dari lagu-lagu yang ditulis oleh Yudi. Hal ini ia ketahui ketika ada orang-orang yang mengirimkan surat elektronik kepadanya. “Ada yang kirim e-mail dan menceritakan pertolongan Tuhan dalam pemulihan finansial setelah mendengarkan lagu saya. Ada yang dikuatkan melalui lagu ini setelah ditinggal pergi oleh orang terdekat. Ada juga yang dikuatkan dalam menghadapi masalah rumah tangga”, tutur Yudi ketika bersaksi. Musisi yang sering mengikuti berbagai lomba cipta lagu ini juga mempunyai pengalaman yang indah dalam mengikut Tuhan, tepatnya setelah ia mengakhiri masa lajangnya. Dua bulan setelah menikah istrinya hamil tapi dua bulan kemudian sang istri mengalami keguguran. Sejak saat itu mereka sulit memiliki keturunan. Menurut dokter, mereka hanya bisa mempunyai anak dengan sistem baying tabung atau injeksi. “Akhirnya saya dan istri hanya pasrah dan berdoa pada Tuhan. Kami sudah tidak melakukan usaha medis lagi”, terang pria yang pernah mendapat penghargaan di IGMA untuk kategori Song Writer of the Year 2008’. Di saat ia pasrah, banyak teman dan hamba Tuhan yang mendoakan. Dan setelah menanti 3 tahun, mereka pun diberi keturunan. Ketika buku ini disusun, mereka pun sedang menantikan kelahiran buah hati yang kedua. Karena itulah ia kembali ingin mengingatkan kita bahwa ketika kita melibatkan Tuhan dan menyerahkan semuanya, maka kuasaNya akan menjadi nyata. Libatkan Tuhan dalam segala hal maka Dia akan bertindak. Sumber Praise 11. Lirik & Chord Lagu ini dapat dilihat di SONGS LEBIH DARI NAFASKU Bapa, pegang tanganku Aku rindu saat teduh bersama-Mu Dekap aku, dalam hangat naungan-Mu Bawa hidupku pada-Mu Masuk dalam altar-Mu yang kudus Bapa, pegang tanganku Aku rindu tinggal di dalam hati-Mu Engkau terang yang membuatku melihat Melihat jauh ke dalam Keb’naran-Mu Bapa Reff Lebih dari nafasku, Bapa Kuperlukan kasih-Mu Bapa Berjalan di samping-Mu, Bapa Seumur hidupku Lebih dari nafasku Bapa Kuperlukan kasih-Mu Bapa Peganglah tanganku, ya Bapa Untuk selamanya Sumber Penelusuran yang terkait dengan Kisah dibalik lagu / kisah nyata mengharukan kisah nyata mengharukan suami istri / kisah nyata cinta yang mengharukan / kisah nyata yang menyentuh hati / kisah nyata yang mengharukan dan menyedihkan / kisah nyata yang menyedihkan / kisah nyata mengharukan di dunia / kisah nyata melegenda / cerita nyata cinta sejati / kisah nyata kesaksian / cerita kesaksian islam masuk kristen / kisah nyata mujizat / kisah yang mengharukan kisah nyata kristen / kesaksian kristen kisah nyata 2015 / kisah nyata kristen masuk islam / kesaksian kristen pertobatan / sumber kesaksian kristen / kisah nyata orang kristen / kesaksian inspirasi / kisah inspiratif dan motivatif kristen / kisah inspiratif kristen tentang kasih / kisah nyata inspiratif kristen / cerita iman dan kisah inspirasi kristen / kisah inspiratif kristen tentang doa / kesaksian akhir zaman 2017 / cerita kristen mengharukan / cerita motivasi kristen yang menyentuh / Kisah Di Balik Lagu Story Behind The Song Hidup Ini Adalah Kesempatan Kisah Di Balik Lagu Story Behind The Song Hidup Ini Adalah Kesempatan Syalom! Kembali lagi bersama saya Timothy P. Saragi. Kali ini saya akan berbagi sebuah kisah di balik lagu story behind the song. Lagu ini sangat populer di kalangan umat Kristen saat ini atau mungkin di luar agama Kristen-karena memang mengandung sebuah kebenaran tentang kehidupan manusia. Kepopuleran lagu ini tampak dalam kehidupan umat Kristen. Lagu ini di mana-mana sering sekali dinyanyikan. Bahkan saya sendiri mengetahui lagu ini karena hampir setiap harinya saya mendengar lagu ini, diputar, dinyanyikan tanpa saya sendiri yang memutarnya atau menyanyikannya. Di mana-mana orang sangat suka sekali menyanyikan lagu ini. Karena kebiasaan mendengarkan lagu ini, maka sayapun jadi hafal sendiri lagu ini, tanpa ada niat sebelumnya untuk menghafalkannya. Di mana-mana orang menyanyikan lagu ini. Bahkan dalam kebanyakan Tata Ibadah umat Kristen/ Persekutuan lagu ini selalu mendapat tempat untuk dinyanyikan. Melihat hal ini, saya teringat perkataan seorang dosen saya yang pernah mengatakan "...sebuah lagu yang lahir/ tercipta karena adanya penghayatan iman pengalaman iman dan bukan tujuan produksi profit, akan disukai oleh banyak orang dan akan bertahan lama. Artinya tidak lewat begitu saja setelah lewat beberapa tahun ketenarannya..." Lalu saya berpikir, kemungkinan ada penghayatan iman dan kisah di balik lagu ini yang mengakibatkan lagu ini dihayati oleh banyak orang, seperti perkataan dosen saya di atas. Lalu saya merasa tertarik untuk memeriksa dan mengetahui lebih dalam tentang lagu ini, apakah kemungkinan itu benar atau tidak. Lalu saya pun mulai mencari. Kecanggihan teknologi zaman sekarang khususnya dalam internet, membantu niat saya dalam mengetahui lebih dalam lagi tentang lagu ini. Dengan bermodalkan smartphone dan paket internet saya memulai untuk mencarinya. Tidak lama kemudian saya menemukan beberapa tulisan yang membahas tentang lagu ini. Lagu yang saya maksud adalah lagu yang diberi judul "Hidup Ini Adalah Kesempatan". Kalimat pertama dari bait lagu rohani fenomenal tersebut. Berbicara mengenai lagu ini ada dua nama hamba Tuhan yang cukup populer yang berhubungan akan keberadaan lagu ini, yaitu Pdt. Wilhelmus Latumahina dan Pdt. Dapet Y. Surbakti. Keberadaan kedua nama ini menimbulkan banyak kontroversi akan asal-usul lagu ini. Apakah Pdt. Wilhelmus atau Pdt. Surbakti yang mengarang lagu ini. Tetapi bukti kuat menerangkan bahwa Pdt. Wilhelmus lah yang menciptakan lagu ini. Lagu ini berawal dari sebuah kisah pergumulan batin yang dialami oleh Pdt. Wilhelmus. Ia adalah seorang Gembala Sidang GBI Betsaida di Serpong, Tangerang dan dia memiliki seorang anak yang adalah anak sulungnya. Anaknya ini sangat diberkati oleh Tuhan dengan bakat yang diberikan oleh Tuhan di bidang musik. Bakat yang ia miliki membuatnya terlibat di bidang musik dan masuk ke dalam komunitas pengiring musik ibadah di gereja. Komunitas musik ini terdiri dari orang dewasa dan hanya ia sendiri yang adalah anak-anak. Hari silih berganti ia semakin diberkati oleh Tuhan dan tumbuh semakin besar. Hingga pada usianya yang ke-17 tahun pada tahun 2004 saat itu anak dari Pdt. Wilhelmus baru saja lulus SMA terjadilah suatu kecelakaan lalu lintas yang akhirnya merenggut nyawa dari anak sulung Pdt. Wilhelmus. Saat-saat kehilangan akan putra sulungnya ini, ia duduk dalam keheningan untuk merenungkan hidup ini. Pada saat itulah ia merenungkan bahwa dalam kehidupan ini ada tenggang waktu yang Tuhan beri buat kita. Artinya ada batasnya. Tidak selamanya kita muda Tidak selamanya kita kuat Tidak selamanya kita jaya Tidak selamanya kita hidup Pdt. Wilhelmus sangat menyadari bahwa dalam kehidupan ini ada masa saat kita nantinya akan mengalami stuck terjebak dan tidak bisa berbuat apa-apa. Maka kita akan tahu bahwa menit-menit, hari-hari, minggu-minggu bahkan tahun-tahun yang kita jalani di dalam kehidupan ini adalah waktu yang menentukan kekekalan. Kekekalan itu adalah tentang bagaimana kelak kita akan berada, apakah di sorga yang kekal ataukah di neraka. Itu semua berdasarkan kepada perbuatan kita selama kita hidup di bumi ini. Oleh karena itu selama kita masih diberikan oleh Tuhan waktu dan selama masih ada nafas kita, hendaknya kita tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberi oleh Tuhan. Sehingga hidup kita tidak akan sia-sia begitu saja. Pada saat sekarang ini kita hidup di dunia sekuler, yaitu hidup yang mengutamakan keduniawian dan kebendaan. Dalam dunia yang sekuler ini simbol kebanyakan orang adalah 1. Waktu adalah uang. 2. Waktu adalah emas. Itu lah pandangan dunia sekuler yang mengejar uang dan emas benda di dunia. Tetapi bagi orang percaya tidak lah demikian, bagi orang yang percaya kepada Kristus hidup ini waktu yang diberikan oleh Tuhan itu adalah kesempatan dan keselamatan. Perenungan akan hal di atas lah yang melahirkan bait demi bait lagu ini. Lagu dengan 2 bait + 1 refrein ini diberi judul "Hidup Ini Adalah Kesempatan". Lagu ini sudah dinyanyikan dalam ibadah jemaat, tempat bapak Pdt. Wilhelmus Latumahina melayani sebagai gembala di GBI Bethesda Sarua, Ciputat, sejak 12 tahun yang lalu. Beginilah lirik lagu "Hidup Ini Adalah Kesempatan" yang diciptakan oleh Pdt. Wilhelmus Latumahina. HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN Cipt. Pdt. Wilhelmus Latumahina Voc. Pdt. Wilhelmus Latumahina VERSE 1 Hidup ini adalah kesempatan Hidup ini untuk melayani Tuhan Jangan sia-sia waktu yang Tuhan b'ri Hidup ini hanya sementara VERSE 2 Sekuntum bunga di pagi hari Mekar indah harum di padang yang hijau Demikian Tuhan mendandani rumput Gugur bunga bila panas terik CHORUS Oh Tuhan pakailah hidupku Selagi aku masih kuat Satu saat aku t'ak berdaya Hidup ini sudah jadi berkat Lantas kenapa nama Pdt. D. Surbakti juga dikaitkan dengan lagu ini? Hal apakah yang terjadi? Ternyata Pdt. D. Surbakti tidak lah pencipta dari lagu ini, tetapi ia hanya menyadur ulang ke versi yang berbeda dengan aslinya. Tetapi justru versi ini lah yang menjadi populer lebih dari pada versi aslinya. Versi yang diusulkan oleh Pdt. D. Surbakti ini lah yang menjadi populer saat ini. Pdt. Dapet Y. Surbakti menyanyikan lagu ini dengan versi yang berbeda. Dapat dilihat videonya di You Tube dengan alamat URL Lirik yang digubah oleh Pdt. Dapet Surbakti dapat dilihat di sini. Lirik Lagu Hidup Ini Adalah Kesempatan Versi yang digubah oleh Pdt. Dapet ini populer sekali dan dibawakan kembali cover oleh Life For Jesus Project. Pada suatu saat, Life For Jesus Project sedang berada di Nusa Tenggara Timur NTT tepatnya di Pulau Alor dengan Ibu Kota Kalabahi. Pada saat itu mereka sedang menghadiri acara duka atas meninggalnya seorang hamba Tuhan. Pada saat acara lagu "Hidup Ini Adalah Kesempatan" dinyanyikan. Saat itu lah mereka menemukan lagu ini dan tertarik dengan pesan yang termuat di dalamnya. Lalu Life For Jesus Project membuat cover dari lagu ini tanpa ada maksud dan niat untuk tujuan komersial. Lalu lagu ini dengan cover dari Life For Jesus Project ini lah yang dikenal oleh kalangan masyarakat luas sekarang dan gereja-gereja. Untuk mengetahui karya cover dari mereka dapat dilihat di channel You Tube Life For Jesus Project dengan alamat URL Demikianlah kisah di balik lahirnya lagu "Hidup Ini Adalah Kesempatan". Kiranya menginspirasi kita semua. Syalom! Lori Official Writer Sekitar kurang dari dua ratus tahun lalu, terjadi sebuah kebangunan rohani besar yang melanda kota Wales. Dan, sama seperti kebangunan rohani sejati lainnya, terjadi banyak pengutusan. Dengan hati yang berapi-api, orang-orang percaya ini mengumpulkan milik mereka dan membawa pesan, kabar sukacita, anugerah keselamatan Kristus ke seluruh penjuru dunia. Banyak yang datang ke India, sebuah tanah yang dikuasai oleh berbagai suku, penyembahan berhala, dan banyak dewa-dewa. Ini adalah tempat yang berbahaya, khususnya di wilayah timur laut Assam, di mana praktek berburu kepala manusia tumbuh subur. Kepala manusia telah menjadi bentuk mata uang dan simbol kekuasaan dan ketakutan. Seorang misionaris dari Wales lalu mulai menyebarkan Injil di seluruh Assam, kemudian terjadi pertobatan. Namun pertobatan sebuah keluarga justru menjadi kontroversi besar. Pemimpin penduduk lokal menjadi sangat marah kepada keluarga yang telah berani memeluk agama baru yang dibawa masuk oleh misionaris Wales itu. Baca Juga The Prayer, Lagu yang Ingatkan Kalau Kita Butuh Tuhan Setiap Waktu Kemarahan pemimpin penduduk setempat semakin meluap dan menimbulkan ancaman serius bagi keluarga tersebut, khususnya kepala keluarga. Apalagi dia telah menceritakan tentang Kristus kepada warga lainnya, yang kemudian percaya dan mengikuti Yesus. Tentu saja, hal ini membuat pemimpin desa tersebut menjadi semakin marah, dan pada suatu hari seluruh penduduk desa diundang untuk menghadiri pertemuan warga. Di hadapan semua orang, pria tersebut dan seluruh keluarganya diperintahkan untuk menyangkali iman mereka. Tetapi, tidak ada yang melakukan hal tersebut. Sebaliknya, dia mengucapkan kalimat sederhana ini "Saya sudah memutuskan untuk mengikut YesusTidak akan berpaling, tidak akan berpaling.” “I have decided to follow JesusNot turning back, not turning back.” Pemimpin desa tersebut menjadi semakin bertambah marah. Dia memerintahkan pemanah untuk membunuh dua orang anak laki-lakinya saat itu juga di hadapannya. Lalu pemimpin desa itu mulai mengancam agar menyangkal imannya. Dan lagi, ia menunjukkan iman yang teguh di tengah gelombang ketakutan yang ada “Walaupun tidak ada yang mengikutiku, aku akan tetap mengikutiNyaTidak akan berpaling, tidak akan berpaling.” "Though no one joins me, still I will followNo turning back, no turning back.." Baca Juga Mengenang Louis Braille, Pria Tuna Netra yang Penuh Iman Lewat Lagu Amazing Grace’ Pemimpin desa tersebut memerintahkan untuk membunuh istri dari pria itu. Ketika darah mulai mengalir membasahi tanah, tetap pria itu mengarahkan pandangan imannya kepada Yesus dan berkata "Salib di depanku, dunia di belakangkuTidak akan berpaling, tidak akan berpaling.” "The cross before me, the world behind meNo turning back, no turning back.." Pada akhirnya, sama seperti istri dan anak-anaknya, pria tersebut dibunuh. Yang lainnya hanya memandang dan menunggu takdir mereka. Namun, pemimpin desa tersebut menjadi gusar. Bagaimana pria ini bisa menunjukkan keberanian yang sedemikian rupa? Apakah yang membuat pria ini berani mati demi Yesus Kristus? Kuasa apakah yang ditemukan dalam Tuhan yang baru ini? Dengan tertegun, pemimpin itu jatuh tersungkur ke tanah. Dia telah melihat begitu banyak kematian di hidupnya, tetapi tidak pernah ada yang sedemikian rupa. Hanya ada satu pilihan. Dia dan seluruh penduduk desa juga, percaya dan mengikuti Yesus. Kisah nyata dibalik lagu yang ditulis pemimpin pujian Hillsong Reuben Morgan ini adalah salah satu gambaran bahwa Yesus adalah sosok yang kita butuhkan dalam hidup. Pengorbanan-Nya di kayu salib patut dibayar dengan hal serupa. Kasih-Nya yang sejati patut dibayar dengan kasih setia yang tanpa menyimpang. Baca Juga Menariknya Kisah John Newton Yang Ditulis Melalui Lirik Lagu Amazing Grace’ Ini! Christ Is Enough’. Karena Kristus saja cukup. Kita tidak perlu menambahkan apa pun atau bergantung dengan hal di luar Kristus. Sederhana, kebenaran yang mengubahkan kehidupan, Kristus saja cukup. Misionaris kulit putih dari Wales dan penginjil India yang dipaksa menyerahkan nyawanya itu adalah para pejuang iman yang tetap bertahan teguh menjadi saksi iman bagi dunia. Anda diberkati dengan konten-konten kami? Mari dukung kami untuk terus memberkati lebih banyak orang melalui konten-konten terbaik di website ini. Yuk bergabung jadi mitra hari ini. DAFTAR Sumber Halaman 1 Pernahkah Saudara mengalami kesedihan yang dalam? Pernahkah Saudara mengalami peristiwa yang membuat hati Saudara teriris-iris? Pernahkah Saudara mengalami kejadian mengerikan yang sulit dilupakan? Ada seorang wanita pengarang syair lagu rohani yang memiliki pengalaman yang begitu menghancurkan hatinya. Wanita ini bernama Carolina Sandell. Pada waktu dia berumur 26 tahun, dia kehilangan orang yang sangat dikasihi dengan cara yang mengenaskan. Sebelum itu ada baiknya kita berkenalan dulu dengan kehidupan waktu usianya masih remaja, Carolina sudah senang menulis. Dan di usia 15 tahun dia menerbitkan buku kumpulan puisinya yang pertama. Dia juga kemudian menulis artikel-artikel untuk renungan rohani, majalah, maupun terbitan-terbitan berkala di masa itu. Namun sumbangsih dia yang terbesar adalah syair-syair lagu rohaninya. Lagu-lagu dia yang terkenal selain dari Day by Day’ adalah Children of The Heavenly Father’, Great Hills May Tremble’, Come, Let Us Praise Him’, Hide Not Thy Face’, O My Savior’. Total semua syair-syair lagu yang dikarang oleh Carolina berjumlah banyak sekali, yaitu 650 Lengkapnya dapat dilihat di Channel Adi Sap Kisah Sekitar kurang dari dua ratus tahun lalu, terjadi sebuah kebangunan rohani besar yang melanda kota Wales. Dan, sama seperti kebangunan rohani sejati lainnya, terjadi banyak pengutusan. Dengan hati yang berapi-api, orang-orang percaya ini mengumpulkan milik mereka dan membawa pesan, kabar sukacita, anugerah keselamatan Kristus ke seluruh penjuru dunia. Banyak yang datang ke India, sebuah tanah yang dikuasai oleh berbagai suku, penyembahan berhala, dan banyak dewa-dewa. Ini adalah tempat yang berbahaya, khususnya di wilayah timur laut Assam, di mana praktek berburu kepala manusia tumbuh subur. Kepala manusia telah menjadi bentuk mata uang dan simbol kekuasaan dan ketakutan. Sebagai seorang misionaris dari Wales yang mulai menyebarkan Injil di seluruh Assam, pertobatan sebuah keluarga dapat menimbulkan kontroversi. Pemimpin penduduk lokal menjadi sangat marah kepada keluarga yang telah berani memeluk agama baru yang dibawa masuk oleh orang asing berkulit putih. Kemarahan pemimpin penduduk setempat semakin meluap dan menimbulkan ancaman serius bagi keluarga tersebut, khususnya kepala keluarga. Apalagi dia telah menceritakan tentang Kristus kepada warga lainnya, yang kemudian percaya dan mengikuti Yesus. Tentu saja, hal ini membuat pemimpin desa tersebut menjadi semakin marah, dan pada suatu hari seluruh penduduk desa diundang untuk menghadiri pertemuan warga. Di hadapan semua orang, pria tersebut dan seluruh keluarganya diperintahkan untuk menyangkali iman mereka. Tetapi, tidak ada yang melakukan hal tersebut. Sebaliknya, dia mengucapkan kalimat sederhana ini “Saya sudah memutuskan untuk mengikut Yesus Tidak akan berpaling, tidak akan berpaling.” “I have decided to follow Jesus Not turning back, not turning back.” Pemimpin desa tersebut menjadi semakin bertambah marah. Dia memerintahkan pemanah untuk membunuh dua orang anak laki-lakinya saat itu juga di hadapannya. Lalu pemimpin desa itu mulai mengancam agar menyangkal imannya. Dan lagi, ia menunjukkan iman yang teguh di tengah gelombang ketakutan yang ada “Walaupun tidak ada yang mengikutiku, aku akan tetap mengikutiNya Tidak akan berpaling, tidak akan berpaling.” “Though no one joins me, still I will follow No turning back, no turning back.? ? Pemimpin desa tersebut memerintahkan untuk membunuh istri dari pria itu. Ketika darah mulai mengalir membasahi tanah, tetap pria itu mengarahkan pandangan imannya kepada Yesus dan berkata “Salib di depanku, dunia di belakangku Tidak akan berpaling, tidak akan berpaling.” “The cross before me, the world behind me No turning back, no turning back.? ? Pada akhirnya, sama seperti istri dan anak-anaknya, pria tersebut dibunuh. Yang lainnya hanya memandang dan menunggu takdir mereka. Namun, pemimpin desa tersebut menjadi gusar. Bagaimana pria ini bisa menunjukkan keberanian yang sedemikian rupa? Apakah yang membuat pria ini berani mati demi Yesus Kristus? Kuasa apakah yang ditemukan dalam Tuhan yang baru ini? Dengan tertegun, pemimpin itu jatuh tersungkur ke tanah. Dia telah melihat begitu banyak kematian di hidupnya, tetapi tidak pernah ada yang sedemikian rupa. Hanya ada satu pilihan. Dia dan seluruh penduduk desa juga, percaya dan mengikuti Yesus. Kisah nyata dibalik lagu yang ditulis pemimpin pujian Hillsong Reuben Morgan ini adalah salah satu gambaran bahwa Yesus adalah sosok yang kita butuhkan dalam hidup. Pengorbanan-Nya di kayu salib patut dibayar dengan hal serupa. Kasih-Nya yang sejati patut dibayar dengan kasih setia yang tanpa menyimpang. Christ Is Enough’. Karena Kristus saja cukup. Kita tidak perlu menambahkan apa pun atau bergantung dengan hal di luar Kristus. Sederhana, kebenaran yang mengubahkan kehidupan, Kristus saja cukup. Misionaris kulit putih dari Wales dan penginjil India yang dipaksa menyerahkan nyawanya itu adalah para pejuang iman yang tetap bertahan teguh menjadi saksi iman bagi dunia. Sumber KISAH DIBALIK LAGU HAI KRISTEN NYANYILAH I NKB 1 I Christian Henry Bateman BE THOU MY VISION KISAH DIBALIK LAGU SYUKUR PADAMU YA ALLAH NKB 133 Ia menerima Kristus pada pertemuan Bala Keselamatan, kemudian aktif dalam pelayanan sampai menjabat sebagai pimpinan di kelompok tersebut. Storm menulis lagu ini untuk lagu-lagu himne yang diterbitkan oleh penerbit Bala Keselamatan Stridsropet di tahun 1891. Pada usia tiga puluh tujuh tahun, Storm menderita sakit pada tulang punggungnya yang kemudian menyebabkan kelumpuhan sampai seumur hidupnya. Meskipun lumpuh, ia tetap melayani di Bala Keselamatan dan mengerjakan semua tugas-tugas yang dipercayakan kepadanya dengan setia sampai akhir hayatnya, 1 Juli 1914. Setahun sebelum kepergiannya ia sempat menulis puisi yang berisi ungkapan syukur kepada Tuhan untuk tahun-tahun yang boleh ia lalui baik dalam suka maupun duka. Lagu ini dipopulerkan di Swedia dan Amerika oleh seorang komposer, John Alfred Hultman. Ia lahir pada tanggal 6 Juli 1861 dan meninggal di California pada tanggal 7 Agustus 1942. Ia berimigrasi ke Amerika dengan keluarganya saat ia masih muda kemudian menetap di Iowa. Di usia muda, Hultman sudah menunjukkan bakat musik dan kualitas suara yang mantap. Selama lebih dari enam puluh tahun, ia mengkonserkan lagu-lagu rohani dengan caranya yang unik. Ia juga dikenal sebagai penyanyi yang ceria karena tipe musik dan karakternya. Selama hidupnya, Hultman melayani di Mission Covenant Churches, mengajar di North Park College di Chicago, menjadi organis gereja, pembuat piano, komposer lebih dari 500 lagu, dan menulis banyak buku koleksi lagu-lagu Lengkapnya dapat dilihat di Channel Adi Sap Kisah KISAH DIBALIK LAGU JADILAH TUHAN KEHENDAKMU NKB 14 Sang penulis lahir pada tanggal 27 Nov 1862. Di Bloomfield, Davis County, Iowa, USA dengan nama ADELAIDE ADDISON POLLARD. Ayahnya bernama Bryan Waller Procter seorang penyair yang sukses dan terkenal dengan nama "Barry Cornwall." Pada saat ia lahir, oleh orang tuanya, Adelaide diberi nama sarah, tetapi karena dia tidak menyukai nama itu, dia menggantinya dengan nama Adelaide. Orang tua Adelaide berusaha keras agar ia mendapatkan pendidikan yang baik dan diarahkan untuk mencintai puisi dari sejak dini. Adelaide memang memperoleh pendidikan yang cukup baik di Denmark, Iowa dan Valparaiso, Indiana. Setelah mendapatkan pelatihan, dibidang ilmu puisi dan budaya fisik, di pindah ke Chicago Illinois, pada tahun 1880; dan mengajar dibeberapa sekolah perempuan. Selama itu pula, dia kenal sebagai guru injil keliling. Kemudian dia mulai terlibat dalam pelayanan penginjilan Alexander Dowey dan membantunya dalam pelayanan kesembuhan. Dia sendiri mengakui bahwa dia telah disembuhkan dari penyakit diabetesnya. Kemudian dia juga terlibat didalam pelayanan dari penginjil lainnya yang bernama Sanford yang mengajarkan tentang kedatangan Tuhan yang semakin dekat. Miss Pollard ingin bertualang dan menjadi penginjil di Afrika tetapi ketika rencananya gagal karena kekurangan Lengkapnya dapat dilihat di Channel Adi Sap Kisah KISAH DIBALIK LAGU PKJ 138 SETIAMU, TUHANKU, TIADA BERTARA Puisi Great Is Thy Faithfulness Besar SetiaMu, PKJ 138 ini ditulis tahun 1923. Thomas menyatakan bahwa "tidak ada latar belakang yang mendalam" untuk puisi istimewa itu, melainkan hanya "kesadaran akan kesetiaan Allah yang dirasakan setiap hari". Meskipun tidak memiliki kekayaan dunia, Thomas merasa diberkati dengan melimpah oleh rahmat Tuhan sehari-hari. Dalam sebuah surat bertanggal 1941, Chisholm menyampaikan pandangan ini dalam pikirannya, "Penghasilanku tidaklah besar setiap waktu karena gangguan kesehatan yang kualami dari tahun-tahun awal sampai sekarang. Namun, aku tidak boleh gagal dalam mencatat kesetiaan yang tak pernah gagal dari Allah yang menggenapi janji-Nya, dan bahwa Dia telah menunjukkan kepadaku banyak keindahan pemeliharaan-Nya, yang olehnya aku dipenuhi rasa syukur yang menakjubkan." Thomas menjelaskan pendekatannya terhadap penulisan himne dengan pernyataan berikut "Aku berusaha jujur kepada Firman, dan menghindari judul-judul dan penafsiran yang sembrono serta memperdaya. Aku rindu setiap pujian atau puisi bisa memiliki pesan pasti bagi setiap hati yang menjadi objeknya." Tahun 1923, Chisholm mengirimkan sejumlah puisinya, termasuk yang berjudul Besar Setia-Mu ke William Marion Runyan 1870-1957, seorang rekan editor yang bekerja di penerbit Hope Publishing dan seorang pemusik yang memiliki hubungan dengan Moody Bible Institute. Runyan menggubah sejumlah puisi Chisholm, namun ia begitu tersentuh terutama oleh puisi berjudul Besar Setia-Mu itu. Ia menulis, "Chisholm dan saya adalah rekan kerja yang setia, dan saya menulis harmoni untuk sekitar 20 atau 25 puisinya. Puisi khusus ini memiliki sebuah seruan. Saya sungguh-sungguh berdoa bahwa nada yang saya ciptakan untuk puisi ini dapat menyampaikan pesan itu dengan cara yang semestinya. Dan, sejarah bagaimana pujian itu selanjutnya digunakan menunjukkan bahwa Allah menjawab doa. Puisi itu ditulis di Baldwin, Kansas pada tahun 1923, dan pertama kali diterbitkan dalam pamflet lagu pribadi saya."Kisah Lengkapnya dapat dilihat di Channel Adi Sap Kisah KISAH DIBALIK LAGU KEKUATAN SERTA PENGHIBURAN KJ 332 Pernahkah Saudara mengalami kesedihan yang dalam? Pernahkah Saudara mengalami peristiwa yang membuat hati Saudara teriris-iris? Pernahkah Saudara mengalami kejadian mengerikan yang sulit dilupakan? Ada seorang wanita pengarang syair lagu rohani yang memiliki pengalaman yang begitu menghancurkan hatinya. Wanita ini bernama Carolina Sandell. Pada waktu dia berumur 26 tahun, dia kehilangan orang yang sangat dikasihi dengan cara yang mengenaskan. Sebelum itu ada baiknya kita berkenalan dulu dengan kehidupan waktu usianya masih remaja, Carolina sudah senang menulis. Dan di usia 15 tahun dia menerbitkan buku kumpulan puisinya yang pertama. Dia juga kemudian menulis artikel-artikel untuk renungan rohani, majalah, maupun terbitan-terbitan berkala di masa itu. Namun sumbangsih dia yang terbesar adalah syair-syair lagu rohaninya. Lagu-lagu dia yang terkenal selain dari Day by Day’ adalah Children of The Heavenly Father’, Great Hills May Tremble’, Come, Let Us Praise Him’, Hide Not Thy Face’, O My Savior’. Total semua syair-syair lagu yang dikarang oleh Carolina berjumlah banyak sekali, yaitu 650 Lengkapnya dapat dilihat di Channel Adi Sap Kisah Kisah Dibalik Lagu KJ 453 YESUS KAWAN YANG SEJATI Lagu ini menjadi kontroversi karena sama nadanya dengan lagu kebangsaan "Ibu Pertiwi". Namun tahukah kamu kisah dibalik lagu Yesus Kawan Sejati?Ia dilahirkan pada tanggal 10 September 1819 di Ballymoney Lodge, Banbridge, County Down, Irlandia. Lahir dari keluarga kaya; anak kedua dari seorang ayah bernama John Scriven yang adalah seorang Kapten Marinir di Kanada selama perang tahun 1812 dan dari ibu bernama Medlicott 1787-1866. Oleh karena keadaan keluarganya yang mapan, maka sejak kecil sampai dengan dewasa ia mendapatkan pendidikan yang baik. Joseph bersekolah di Trinity College di Dublin pada usia 16 tahun dan pada tahun 1842 ia lulus dari Universitas Trinity College, Dublin dengan gelar BA. Pada waktu itu iapun telah mendapatkan calon pasangan hidup, seorang gadis irlandia yang cantik dan berdua mereka berencana hendak melangsungkan pernikahan pada tahun 1845. Namun sayangnya gadis tunangan Joseph Medlicott Scriven mengalami kecelakaan. Peristiwa tragis itu terjadi satu hari sebelum pernikahannya. Tunangannya jatuh dari kuda ketika melintasi jembatan dan tenggelam di sungai Bann, sedangkan Joseph berdiri menunggu di sisi lain jembatan itu. KISAH DIBALIK LAGU NKB 131 TUHANKU PIMPINLAH Pada tanggal 1 Juli 1899, disebuah desa bernama Villa Rica, Georgia, Amerika, lahirlah anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Thomas Madison Dorsey dan Etta Plant Spencer bernama Thomas Andrew Dorsey. Thomas adalah seorang pendeta Baptis yang dalam kesehariannya juga bertani, barangkali untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Sedangkan Etta bekerja sebagai guru musik dan melayani sebagai organis gereja. Kehidupan religius dan musik menjadi pusat kehidupan keluarga Dorsey, inilah yang kelak mempengaruhi bakat bermusiknya. Meskipun keluarga ini hidup pas-pasan, keluarga Dorsey dapat memiliki organ, yang jarang didapati pada keluarga kulit hitam waktu itu. Pada waktu Thomas memimpin ibadah, ibu Dorsey selalu yang menjadi pengiring ibadahnya. Selain dari kedua orang tuanya, Dorsey juga sering melihat pamannya yang juga seorang musisi, ia gitaris keliling yang suka memainkan musik country blues yang baru berkembang. Ketika Ayahnya berkotbah di gereja lain, ibunya selalu melatih Dorsey untuk mengasah ketrampilan bermusiknya. Pada saat Dorsey menginjak usia 8 tahun, keluarganya pindah ke Atlanta untuk mencari peluang hidup yang lebih baik. Namun justru, di tempat itu, keluarga ini mengalami kesulitan ekonomi. Ayah Thomas terpaksa berhenti menjadi pendeta dan bekerja sebagai buruh, sedangkan ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Kesulitan hidup inilah yang menyebabkan Dorsey kehilangan hubungannya dengan gereja. Sehingga, Dorsey tumbuh menjadi anak yang tidak baik perilakunya, puncaknya ia pernah ditahan dan dikeluarkan dari sekolahnya di usia 11 tahun. Apakah hanya hal buruk yang dialami dan dilakukan oleh Dorsey? Tidak. Dorsey mendapat kesempatan menimba pengalaman musiknya dengan bermain blues di rumah “barrelhouses and parties” di Atlanta. Pada usia delapan tahun ia bahkan mulai menulis musiknya sendiri dan pada usia 13 tahun, bermain piano di Atlanta, menemani beberapa artis jazz terkenal saat itu. Kisah Lengkapnya bisa dilihat di Channel Youtube Adi Sap Kisah KISAH DIBALIK LAGU KJ 364 AKU BERSERAH I Surrender All Piano Cover by Arsaldenta "I Surrender All" adalah himne Kristen, yang syairnya ditulis oleh seorang guru seni dan musisi Amerika, bernama Judson Wheeler Van DeVenter 1855–1939, yang kemudian menjadi pendeta dan penginjil. Lagu "I Surrender All" dimasukkan ke dalam musik oleh Winfield S. Weeden 1847–1908, dan pertama kali diterbitkan pada tahun 1896 dalam Gospel Songs of Grace and Glory, kumpulan himne lama dan baru oleh berbagai himne, disusun oleh Weeden, Van DeVenter, dan Leonard Weaver, dan diterbitkan oleh Sebring Publishing Co. Judson Wheeler Van DeVenter lahir di sebuah peternakan di dekat Dundee, Michigan pada tahun 1855. Setelah DeVenter lulus dari Hillsdale College, dia menjadi guru seni dan beberapa waktu kemudian ia menjadi pengawas seni di sekolah umum Sharon, Pennsylvania. Ketika menjadi guru seni ia mengajar musik dan menguasai 13 instrument berbeda serta sering menggubah musik. Selain sebagai seorang penyanyi, dan komposer yang ulung. Van DeVenter juga dikenal sebagai seorang awam yang aktif di Gereja Episcopal-Methodist, bahkan sering terlibat dalam pertemuan-pertemuan penginjilan yang diadakan di gerejanya. Melihat kemampuan dan kerinduannya untuk melayani, banyak teman-temannya yang mendesaknya untuk berhenti dari mengajar dan menjadi seorang penginjil. Kisah Lengkapnya bisa dilihat di Channel Adi Sap Kisah KISAH DIBALIK LAGU KJ 266 ADA KOTA YANG INDAH CERAH Piano Cover by Ars... Joseph Philbrick Webster adalah Penulis lagu dan komposer Amerika paling terkenal karena komposisi music himnenya selama periode antebellum antebellum secara harfiah berarti "sebelum perang," berasal dari frasa Latin, "ante bellum." Antebellum sering dikaitkan dengan Perang Sipil AS setelah perang berakhir dan pada waktu Perang Saudara Amerika dan pasca perang. Di antara karyanya yang paling terkenal adalah balada "Lorena" 1857, yang sering dianggap sebagai lagu paling populer dari Perang Saudara Amerika; "I'll Twine 'Mid the Ringlets" ditulis pada tahun 1860 dan kemudian dikenal sebagai "Wildwood Flower" dan "In the Sweet By and By" 1868, salah satu himne Kristen yang sampai sekarang masih kita Lengkapnya dapat dilihat di Channel Adi Sap KisahKisah Dibalik Lagu KJ 266 Ada Kota Yang Indah Cerah KISAH DIBALIK LAGU MAKIN DEKAT TUHAN Lagu ini diciptakan oleh Sarah Fuller Flower yang lahir pada 22 Februari 1805. Sarah sebenarnya bercita-cita menjadi seorang aktris teater namun dia memiliki satu masalah yang menghambatnya yaitu penyakit TBC yang ternyata turunan dari sang ibu yang meninggal karena penyakit TBC. Namun Sarah tidak pernah patah semangat dan umurnya yang ke 32 dia berhasil tampil dalam sebuah pertunjukan teater. Namun dia tidak bisa melanjutkan karir teaternya dikarenakan kondisi tubuhnya yang makin lemah. Sepanjang hidupnya Sarah adalah seorang Kristen yang sangat sering menulis lirik dan sastra rohani. Bahkan pada suatu hari seorang pendeta datang dan bercerita bahwa dia sedang dalam kesulitan untuk menemukan lagu pujian yang berhubungan dengan bacaan yang akan dibawakan pada saat ibadah. Bacaan tersebut adalah Kejadian 2811-19. Akhirnya Sarah dengan sukarela menawarkan diri untuk membantu menuliskan lagu untuk pendeta tersebut. Kemudian Sarah membaca dan menghayati kisah Kejadian 2811-19 tersebut dan menyadari bahwa dia ada di posisi yang sama dengan Yakub pada saat itu. Dan dia juga sangat terkesan dengan penyertaan Tuhan pada Yakub saat itu. Setelah membaca Kejadian 2811-19 maka akhirnya Sarah menuliskan syair yang sangat indah yang berjudul Nearer My God To Thee Kisah Selengkapnya dapat dilihat di video KISAH DIBALIK LAGU TINGGAL SERTAKU Tinggal sertaku kawanku kudus…tlah hampir malam jangan jalan trus tiada tolongan hanya Padamu, silahkan Tuhan tinggal sertaku…..lagu ini selalu teriang dalam batinku…karena sejak kecil selalu diperdengarkan di sekolah minggu..dulu aku pikir lagu ini merupakan lagu sekolah minggu, karena baitnya pendek dan sederhana… namun ternyata lagu ini tidak hanya lagu sekolah minggu, tetapi lagu hymnal yang abadi dan dikenal semua orang diseluruh dunia. Lagu yang aslinya berjudul Abide With Me adalah lagu yang mempunyai sejarah indah yang dialami oleh penulisnya. Makanya lagu ini sekalipun sederhana namun penuh makna, karena tertulis kedalaman makna batin antara dirinya dengan Tuhan usia 16 tahun, ia mendapatkan sizarship di Trinity College, Dublin. Artinya, ia telah bekerja sangat keras untuk menjadi siswa terbaik. Sizar adalah sebutan untuk mahasiswa yang menerima beberapa bentuk bantuan seperti makanan, biaya kuliah yang lebih rendah, atau penginapan selama masa studinya, sering kali ini merupakan imbalan atas melakukan pekerjaan yang waktu-waktu terakhir penderitaan akibat penyakitnya, ia menulis naskah kidung pujian terakhirnya, "Tinggal Sertaku". Sebelum pergi jauh, ia meninggalkan satu salinan syair dan melodi yang ia ciptakan untuk kidung pujian tersebut kepada putrinya, namun kemudian ia mengambil kembali naskah itu untuk diperbaiki. Ia mengirimkan naskah itu kepada istrinya dari Avignon. Ia tahu bahwa sepertinya, ia tidak akan kembali pulang lagi. Ketika hampir tiba di Nice, sakitnya bertambah parah dan ia meninggal di sana, pada 20 November 1847 di hotel de selengkapnya dapat dilihat melalui video KISAH DIBALIK LAGU AMAZING GRACE Dia adalah seorang pendeta Anglikan Inggris yang pernah dipaksa melayani sebagai pelaut di Angkatan Laut pergi melaut pada usia muda dan bekerja di kapal budak dalam perdagangan budak selama beberapa tahun. Ia sendiri pernah menjadi budak dari seorang wanita dari orang-orang Sherbro, tetapi kemudian kembali ke laut dan menjadi kapten kapal budak. Setelah mengalami periode pertobatan dan memperdalam kekristenan, ia meninggalkan perdagangan ini dan menjadi pendukung utama abolisionisme. Setelah itu ia menjadi seorang evangelis, ia ditahbiskan sebagai pendeta Gereja Inggris dan melayani sebagai pastor paroki di Olney, Buckinghamshire, selama dua dekade. Dia juga menulis lagu-lagu pujian, termasuk "Amazing Grace" KJ 40 Sangat Besar AnugerahNya dan " Glorious Things of Thee Are Spoken " Hymn by John Newton; Croatian folk tune arr. by Franz Joseph Haydn.Waktu itu dia mengucapkan doa sederhana kepada Tuhan untuk bantuan-Nya. Tuhan menjawab doa sederhana itu dan menutup celah besar yang bocor di sisi kapal secara supernatural. Entah bagaimana kapal yang "pincang" itu berhasil kembali ke pelabuhan. Empat minggu di laut, Greyhound berhasil mencapai pelabuhan di Lough Swilly, pilihan dan keajaiban Tuhanlah yang membuatnya menjadi berkat bagi semua orang termasuk kita saat ini. Kisah lengkapnya dapat dilihat di video KISAH DIBALIK LAGU SUCI, SUCI, SUCI Awal mulanya lagu ini digunakan pada hari Minggu Tri tunggal, karena isinya mengundang para penyembah untuk bergabung dalam memuji keTuhanan Trinitas, Namun kemudian digunakan pada awal pujian dalam peribadatan secara umum. Himne yang sampai sekarang masih kita nyanyikan ini ditulis pada awal 1800-an selama Heber masih menjadi vikaris 1807-1823 di Hodnet, Shopshire, Inggris. Disana ia menjadi penulis himne yang produktif sampai menghasilkan lebih dari 100 himne Pertama kali diterbitkan sebagai penghargaan terhadap penulis himne setelah meninggalnya Heber, dalam A Selection of Psalms and Hymns for Parish Church of Banbury Edisi ketiga, 1826 dan kemudian oleh janda penulis dalam Hymns Written and Adapted to the Weekly Church Service of the Year 1827.Kisah Selengkapnya dapat dilihat melalui video Youtube Julia Ward Howe NYONYA. JULIA WARD HOWE, penyair, penulis dan dermawan, lahir di New York City, 27 Mei 1819. Orangtuanya adalah Samuel Ward dan Julia Cutler... 1=a 4/4 1. Bahagialah sejahtera Bagi kamu pengantin berdua Berdoalah Bersujudlah Mohonlah b... "I Surrender All" adalah himne Kristen, yang syairnya ditulis oleh seorang guru seni dan musisi Amerika , bernama Judson Wheeler ... Lagu ini diciptakan oleh Sarah Fuller Flower yang lahir pada 22 Februari 1805. Sarah sebenarnya bercita-cita menjadi seorang aktris teater n...

kisah dibalik lagu rohani